Kesenian Jawa Barat


Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang kaya sekali akan kesenian. Di bawah ini terdapat macam – macam kesenian asli Jawa Barat, antara lain :


1.      PENCAK SILAT
Pencak silat atau silat adalah seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia).
Persilat ( Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa), adalah nama organisasi yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunai Darussalam untuk mewadahi federasi – federasi pencak silat di berbagai negara.



2.      JAIPONGAN

Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Di perkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1961.
Kesenian ini hanya di dukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebeb, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak – gerak tarinya yang memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cermin kerakyatan.
Secara koreografis tari jaipongan masih menggunakan pola - pola tradisi yang mengandung unsur gerak – gerak bukaan, pencugan, nibakeun, dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari jaipongan.



3.      GAMELAN

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Kata Gamelan berasal dari bahasa Jawa “GAMEL” yang berarti memukul atau menabuh.
Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Musik Gamelan merupakan gabungan pengaruh seni luar negri yang beraneka ragam.




4.      WAYANG GOLEK

Wayang golek adalah suatu seni pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu, yang sangat populer di wilayah Tanah Pasundan. Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat populer.
Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan “bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar,dimana muncul bayangan – bayangan.
Salah satufungsi wayang dalam masyarakat adalah ngaruat, yaitu membersihkan dari kecelakaan (marabahaya). Menurut dugaan, sebagaimana wayang kulit di daerah Jawa, wayang golek digunakan oleh para wali untuk menyebarkan Islam di Tanah Pasundan




5.      KUDA RENGGONG
Kuda renggong merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang berasal dari Sumedang. Kata “Renggong” di dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata ronggeng yaitu kamonesan (keterampilan).
Kuda renggong muncul pertama kali dari desa Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, kabupaten Sumedang. Kuda renggong kini telah menjadi komoditi pariwisata yang dikenal secara nasional dan internasional.




6.      SISINGAAN

Sisingaan atau gotong singa merupakan salah satu jenis seni pertunjukan rakyat Jawa Barat, khas Subang. Terdapat beberapa keterangan tentang asal usul sisingaan, di antaranya bahwa sisingaan memiliki hubungan dengan bentuk perlawanan rakyat terhadap penjajah lewat binatang singa kembar.
Keterangan lain dikaitkan dengan semangat menampilkan jenis kesenian di Anjungan Jawa Barat sekitar tahun 70-an, ketika Bupati Subang dipegang oleh Pak Acu.
Pada waktu itu RAF (Rachmatulah Ading Affandi) yang juga tengah berdinas di Subang, karena ia dikenal sebagai seniman dan budayawan dimintakan kitanya. Dalam proses itu, akhirnya ditampilkanlah Gotong Sisingaan atau sisingaan dalam bentuk yang masih sederhana.
Ternyata sambutannya sangat luar biasa, sejak itulah sisingaan menjadi dikenal oleh masyarakat.






7.      ANGKLUNG

Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, dan di mainkan dengan cara digoyangkan . adapun jenis bambu yang bisa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam), dan awi temen (bambu berwarna putih).
Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat. Asal usul terciptanya mmusik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).




8.      TARI TOPENG CIREBON
Kesenian ini merupakan kesenian asli cirebon, termasuk Indramayu dan Jatibarang. Tari topeng cirebon adalah salah satu tarian di tatar Parahyanagn karya Nugraha Soeradiredja.
Pada dasarnya masing – masing topeng  mewaliki masing – masing karakter yang menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Minakjingga, dengan topeng warna merah, mewakili karakter yang berangasan, temperamental dan tidak sabaran.






9.      DEGUNG

Degung adalah kumpulan alat musik dari sunda. Ada beberapa gamelan yang pernah ada dan terus berkembang di Jawa Barat, antara lain Gamelan Salendro, Pelog dan Degung. Gamelan salendro biasanya digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang, tari, kliningan, jaipongan, dan lain – lain. Gamelan pelog fungsinya hampir sama dengan gamelan selendro, hanya kurang begitu berkembang di masyarakat. Gamelan degung dirasakan cukup mewakili kekhasan masyarakat Jawa Barat.
Ada gamelan yang sudah lama terlumakan yaitu KOROMONG yang ada di kp. Lamajang Desa Lamajang kec. Pangalengan kab. Bandung. Gamelan ini sudah tidak di mainkan lagi sejak 35-40 tahun, karena gamelan KROMONG ini dianggap mempunyai nilai mistis.




10.  CALUNG

Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari angklung. Cara memainkannya adalah dengan cara memukul batang dari ruas – ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titik laras (tangga nada).
Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam). Calung selain sebagai alat musik juga melekat dengan sebuah seni pertunjukan. Ada dua bentuk calung sundayang dikenal, yakni calung rantay dan calung jinjing.





11.  SINTREN

Sintren adalah kesenian tari tradisional masyarakat Jawa khususnya di Pekalongan. Kesenian sintren dikenal sebagai tarian sengan aroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulsih seorang putri tatapi hubungan itu tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya mesih berlangsung melalui alam gaib.
Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan sucu (perawan).



12.  UPACARA ADAT DI KAMPUNG NAGA
Upacara – upacara yang senantiasa dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga ialah Upacara Menyepi, Upacara Hajat Sasih, dan Upacara Perkawinan.
Upacara menyepi dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga pada hari selasa, rabu, dan hari sabtu. Upacara Hajat Sasih bertujuan untuk memohon berkah dan keselamatan kepada leluhur Kampung Naga, Eyang Singaparna serta menyatakan rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa atas segala nikmat yang telah diberikannya kepada warga sebagai umatnya. Upacara Hajat sasih merupakan upacara pembersihan makam yang di laksanakan pada Bulan Muharam (26,27,28), Bulam Maulud (12,13,14), Bulan Rewah (16,17,18), Bulan syawal (14,15,16), dan Bulan Rayagung (10,11,12).
Upacara perkawinan adalah upacara yang dilakukan setelah selesainya akad nikah. Tahap- tahap upacara perkawinan : upacara sawer, menginjak telur, buka pintu, berkumpul, berhamparan dan diakhiri dengan munjungan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2012 Dea's blogTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.